Bagi siapa pun yang sering bertransaksi valuta asing atau valas, melihat angka pada papan kurs tentu sudah tidak asing lagi. Nilai tukar mata uang sering berubah dari waktu ke waktu. Ada mata uang yang mengalami perubahan cukup sering, sementara mata uang lainnya umumnya bergerak lebih stabil.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan sistem nilai tukar yang digunakan oleh masing-masing negara. Secara umum, kita dapat mengenal sistem kurs mengambang dan kurs tetap. Dalam praktiknya, terdapat pula sistem yang menggabungkan karakteristik keduanya.
Memahami perbedaan sistem tersebut dapat membantu Anda mengetahui mengapa nilai tukar mata uang bisa berubah. Pengetahuan ini juga berguna saat Anda menyiapkan anggaran perjalanan atau melakukan penukaran mata uang asing. Karena itu, mari simak selengkapnya!
Baca juga: Apa Itu Translasi Mata Uang Asing? Pahami Pengertiannya!
Apa Itu Kurs Mengambang?
Sistem kurs mengambang atau floating exchange rate adalah sistem nilai tukar yang memungkinkan harga suatu mata uang bergerak mengikuti kondisi pasar. Salah satu faktor utamanya adalah perubahan permintaan dan penawaran terhadap mata uang tersebut.
Ketika permintaan terhadap suatu mata uang meningkat, nilainya dapat menguat terhadap mata uang lain. Sebaliknya, jika permintaannya menurun, nilainya dapat melemah. Perubahan tersebut dapat terjadi karena berbagai kondisi. Misalnya, perubahan suku bunga, inflasi, perdagangan antarnegara, kondisi ekonomi, hingga ekspektasi pasar dapat memengaruhi nilai tukar.
Kurs mengambang juga tidak selalu berarti pemerintah atau bank sentral sama sekali tidak ikut campur. Misalnya dalam sistem managed floating, nilai tukar tetap bergerak mengikuti pasar, tetapi bank sentral dapat melakukan langkah tertentu untuk menjaga kestabilan nilai tukar. Bank Indonesia sendiri mencantumkan sistem floating dan managed floating sebagai bagian dari kebijakan nilai tukar.
Apa Itu Kurs Tetap?
Kurs tetap atau fixed exchange rate adalah sistem yang menjaga nilai suatu mata uang pada tingkat tertentu terhadap mata uang lain atau acuan tertentu. Dalam sistem ini, pemerintah atau bank sentral memiliki peran penting dalam menjaga nilai tukar agar tetap berada pada tingkat yang telah ditetapkan. Karena itu, perubahan nilai mata uang tidak sepenuhnya mengikuti pergerakan pasar.
Salah satu bentuk yang sering digunakan adalah kurs terpatok atau pegged exchange rate. Pada sistem ini, nilai suatu mata uang dikaitkan dengan mata uang lain. Misalnya Dolar Hong Kong (HKD) yang menggunakan sistem nilai tukar yang terhubung dengan Dolar AS. Nilai patokannya berada pada nilai 7,8 Dolar Hongkong untuk 1 Dolar AS. Contoh lainnya adalah Riyal Saudi (SAR). Nilainya dipatok pada Dolar AS dengan tingkat 3,75 Riyal Saudi untuk setiap 1 Dolar AS.
Dengan sistem seperti ini, perubahan nilai mata uang terhadap Rupiah tetap dapat terjadi. Namun, perubahannya terhadap mata uang yang menjadi acuannya dapat lebih terkendali.
Perbedaan Sistem Kurs Mengambang dan Kurs Tetap
Kurs mengambang dan kurs tetap memiliki cara kerja yang berbeda. Untuk memahaminya dengan lebih mudah, perhatikan beberapa perbedaan berikut.
1. Cara Menentukan Nilai Tukar

Pada kurs mengambang, nilai mata uang lebih banyak mengikuti kondisi pasar. Perubahan permintaan dan penawaran dapat memengaruhi pergerakan nilainya. Sementara itu, kurs tetap menggunakan nilai yang telah ditentukan atau dijaga oleh pemerintah maupun bank sentral. Karena itu, pergerakannya tidak sepenuhnya mengikuti kondisi pasar.
2. Perubahan Nilai Mata Uang

Mata uang dengan kurs mengambang dapat mengalami perubahan nilai lebih sering. Perubahan tersebut dapat terjadi ketika kondisi ekonomi atau pasar mengalami perubahan. Pada kurs tetap atau terpatok, perubahan terhadap mata uang acuannya cenderung lebih terbatas. Namun, nilai tersebut tetap dapat berubah terhadap mata uang lain.
Sebagai contoh, Riyal Saudi dipatok terhadap Dolar AS. Jika Anda melihat nilai Riyal Saudi terhadap Rupiah, pergerakannya tetap dapat berubah karena nilai Dolar AS terhadap Rupiah juga berubah.
3. Peran Pemerintah dan Bank Pusat

Pada sistem kurs mengambang, kondisi pasar memiliki peran besar dalam menentukan nilai tukar. Meski begitu, bank pusat tetap dapat mengambil langkah tertentu untuk menjaga kestabilan nilai mata uang. Pada sistem kurs tetap, peran pemerintah atau bank pusat lebih besar dalam menjaga nilai tukar sesuai tingkat yang telah ditetapkan.
4. Dampaknya bagi Orang yang akan Melakukan Perjalanan atau Berbisnis

Perbedaan sistem kurs juga dapat memengaruhi cara seseorang menyiapkan kebutuhan mata uang asing. Jika menggunakan mata uang dengan nilai tukar yang lebih sering berubah, jumlah Rupiah yang dibutuhkan untuk membeli mata uang tersebut dapat ikut berubah.
Sementara itu, mata uang yang memiliki nilai tukar lebih terkendali terhadap mata uang acuannya dapat memberikan gambaran yang lebih stabil. Namun, nilai terhadap Rupiah tetap perlu diperiksa sebelum melakukan penukaran.
Bagaimana Sistem Tersebut Memengaruhi Papan Kurs?
Sistem nilai tukar dapat memengaruhi pergerakan harga mata uang yang terlihat pada papan kurs di money changer. Namun, bukan berarti papan kurs hanya mengikuti sistem nilai tukar suatu negara. Papan kurs juga dipengaruhi oleh kondisi pasar, kurs acuan, ketersediaan mata uang, serta kebijakan masing-masing penyedia jasa penukaran. Secara sederhana, berikut gambaran yang dapat Anda perhatikan:
- Untuk mata uang dengan kurs mengambang: nilainya dapat mengalami perubahan lebih sering karena mengikuti kondisi pasar. Karena itu, kurs jual dan kurs beli yang ditawarkan money changer juga dapat berubah dari waktu ke waktu.
- Untuk mata uang dengan kurs tetap atau terpatok: pergerakan mata uang terhadap mata uang acuannya cenderung lebih terkendali. Namun, kursnya terhadap Rupiah tetap dapat berubah mengikuti pergerakan mata uang acuan tersebut.
Karena itu, jika Anda hendak menukar mata uang asing, tetap periksa kurs jual dan kurs beli yang berlaku pada saat transaksi.
Tips Sederhana untuk Menyikapi Perbedaan Sistem Kurs
Memahami sistem nilai tukar dapat membantu Anda membuat persiapan mata uang asing dengan lebih baik. Namun, Anda tidak perlu melakukan perhitungan ekonomi yang teliti untuk menentukan kebutuhan transaksi.
- Untuk mata uang dengan kurs mengambang: pantau kurs secara berkala sebelum melakukan penukaran. Jika kebutuhan Anda cukup besar, Anda dapat mempertimbangkan penukaran secara bertahap sesuai kebutuhan. Cara ini dapat membantu Anda menghindari keputusan yang terburu-buru saat kurs sedang berubah.
- Untuk mata uang dengan kurs tetap atau terpatok: perhatikan juga mata uang yang menjadi acuannya. Jika mata uang tersebut dipatok terhadap Dolar AS, misalnya, perubahan Dolar AS terhadap Rupiah tetap dapat memengaruhi jumlah Rupiah yang Anda perlukan.
Selain sistem nilai tukar, perhatikan pula kebutuhan perjalanan atau transaksi Anda. Jangan membeli mata uang asing hanya karena berharap mendapatkan harga tertentu di masa depan. Untuk kebutuhan perjalanan, sebaiknya prioritaskan jumlah uang yang memang diperlukan.
Baca juga: Panduan Menukar Uang Asing di Money Changer untuk Pemula
Pantau Kurs Terbaru dan Lakukan Transaksi Valas yang Aman di PT Cahaya Sentosa Valasindo
Memahami perbedaan kurs mengambang dan kurs tetap dapat membantu Anda lebih mudah memahami perubahan nilai mata uang asing. Setiap sistem memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pergerakan nilai tukar suatu mata uang tidak selalu sama dengan mata uang lainnya.
Saat membutuhkan mata uang asing, perhatikan kurs yang berlaku sebelum melakukan transaksi. Pastikan juga bahwa Anda memilih penyedia jasa penukaran yang resmi dan memberikan informasi kurs secara jelas, seperti PT Cahaya Sentosa Valasindo.
PT Cahaya Sentosa Valasindo hadir sebagai Authorized Money Changer atau Penyelenggara KUPVA BB Berizin Resmi Bank Indonesia. Kami melayani kebutuhan penukaran berbagai mata uang asing untuk perjalanan, bisnis, maupun kebutuhan lainnya. Pantau kebutuhan mata uang asing Anda dan lakukan penukaran dengan lebih tenang bersama PT Cahaya Sentosa Valasindo.


