Perdagangan internasional membuat bisnis semakin sering berhubungan dengan mata uang asing. Pelaku usaha dapat membeli barang dari pemasok luar negeri, menjual produk ke pelanggan internasional, atau membayar layanan dari perusahaan asing.
Transaksi tersebut tentu menggunakan mata uang yang berbeda dari mata uang yang biasa digunakan dalam pembukuan bisnis. Misalnya, sebuah usaha di Indonesia mencatat keuangan dalam Rupiah, tetapi membayar pemasok dari Amerika Serikat menggunakan Dolar AS (USD).Β
Dalam kondisi seperti ini, nilai transaksi dalam USD perlu dinyatakan ke dalam Rupiah. Proses tersebut berkaitan dengan translasi mata uang asing. Istilah ini memang terdengar cukup teknis. Namun, konsep dasarnya dapat dipahami dengan mudah. Artikel ini akan membahas pengertian translasi, manfaatnya, kondisi yang memerlukannya, serta contoh sederhana untuk membantu Anda memahaminya.
Baca juga: Panduan Menukar Uang Asing di Money Changer untuk Pemula
Mengenal Translasi Mata Uang Asing
Secara sederhana, translasi mata uang asing adalah proses mengubah nilai yang tercatat dalam mata uang asing ke dalam mata uang yang digunakan untuk menyajikan laporan keuangan. Misalnya, sebuah perusahaan di Indonesia memiliki anak perusahaan di Thailand. Anak perusahaan tersebut mencatat transaksi dalam Baht Thailand (THB). Saat perusahaan induk menyusun laporan keuangan dalam Rupiah (IDR), nilai transaksi tersebut perlu ditranslasikan ke Rupiah.
Translasi tidak sama dengan penukaran mata uang. Penukaran terjadi ketika Anda menukar Rupiah menjadi Dolar AS di money changer. Sementara itu, translasi merupakan proses perhitungan dalam pencatatan akuntansi. Jadi, translasi tidak mengharuskan perusahaan menukar uang secara fisik. Proses ini hanya mengubah cara nilai transaksi disajikan dalam laporan keuangan.
Mengapa Penting untuk Melakukan Translasi?
Translasi membantu bisnis memahami transaksi dalam mata uang yang digunakan untuk pencatatan. Tanpa proses ini, perusahaan akan lebih sulit melihat nilai transaksi yang menggunakan mata uang berbeda.
Bayangkan sebuah bisnis Indonesia memiliki beberapa transaksi. Ada pembelian senilai 1.000 Dolar AS, pendapatan sebesar 2.000 Dolar Singapura, dan biaya layanan sebesar 500 Euro. Jika setiap transaksi hanya dicatat dalam mata uang asalnya, pemilik usaha akan kesulitan melihat nilai keseluruhan transaksi dalam Rupiah. Dengan menyatakan nilai tersebut ke dalam mata uang yang digunakan untuk pencatatan, informasi keuangan menjadi lebih mudah dipahami.
Translasi juga membantu perusahaan membandingkan informasi keuangan dari waktu ke waktu. Perubahan kurs dapat membuat nilai suatu transaksi dalam Rupiah ikut berubah. Karena itu, pencatatan transaksi dalam mata uang asing perlu memperhatikan kurs yang sesuai.
Bagi bisnis yang memiliki kegiatan usaha di beberapa negara, kebutuhan ini menjadi semakin penting. Perusahaan dapat memiliki entitas atau kegiatan usaha dengan mata uang fungsional yang berbeda. Hasil dan posisi keuangan tersebut dapat perlu disajikan dalam satu mata uang untuk kebutuhan laporan keuangan grup. Dengan begitu, manajemen dapat melihat kondisi bisnis secara lebih menyeluruh.
Kapan Perlu Dilakukan Translasi Mata Uang?
Tidak semua pemilik usaha perlu melakukan translasi dalam tingkat yang sama. Kebutuhannya bergantung pada jenis transaksi dan kondisi bisnis. Beberapa situasi berikut dapat membuat translasi mata uang asing menjadi dibutuhkan.
1. Saat Membeli Barang atau Jasa dari Luar Negeri

Bisnis dapat membeli bahan baku, produk, perangkat lunak, atau layanan dari perusahaan luar negeri. Misalnya, sebuah UMKM membeli kemasan dari pemasok Singapura dengan harga 500 Dolar Singapura. Jika pembukuannya menggunakan Rupiah, nilai transaksi tersebut perlu dinyatakan dalam Rupiah sesuai kurs yang berlaku untuk pencatatan. Hal yang sama dapat terjadi saat bisnis membayar biaya iklan, langganan aplikasi, atau layanan digital dari perusahaan luar negeri.
2. Saat Menjual Produk kepada Pelanggan Luar Negeri

Transaksi mata uang asing tidak hanya muncul saat bisnis membeli sesuatu dari luar negeri. Pelaku usaha Indonesia juga dapat menerima pembayaran dalam mata uang asing. Contohnya, sebuah UMKM menjual produk kerajinan kepada pelanggan di Jepang dan menerima pembayaran dalam Yen.
Jika pencatatan bisnis menggunakan Rupiah, nilai pendapatan tersebut perlu dinyatakan dalam Rupiah. Kondisi ini membuat pemilik usaha dapat melihat nilai penjualan dalam mata uang yang sama dengan pencatatan keuangan bisnisnya.
3. Saat Memiliki Kegiatan Usaha di Luar Negeri

Perusahaan yang memiliki cabang atau entitas usaha di luar negeri dapat menghadapi kebutuhan translasi yang lebih kompleks. Cabang tersebut mungkin menggunakan mata uang lokal untuk kegiatan sehari-hari. Sementara itu, perusahaan induk dapat menggunakan Rupiah sebagai mata uang penyajian.
Informasi keuangan dari kegiatan usaha tersebut kemudian perlu dinyatakan dalam mata uang yang sesuai untuk kebutuhan laporan grup. IAS 21 mengatur proses translasi hasil dan posisi keuangan operasi luar negeri ke dalam mata uang penyajian.
4. Saat Menyusun Informasi Keuangan dalam Mata Uang Berbeda

Translasi juga dapat muncul saat bisnis perlu menyajikan informasi keuangan dalam mata uang yang berbeda dari mata uang fungsionalnya. Hal ini lebih umum pada perusahaan dengan aktivitas internasional. Namun, pemilik UMKM yang melakukan transaksi lintas negara juga tetap perlu memahami konsep dasarnya. Dengan memahami translasi, pemilik usaha dapat lebih mudah membedakan nilai asli transaksi dan nilai transaksi setelah menggunakan kurs tertentu.
5. Saat Memiliki Utang-Piutang dalam Mata Uang Asing

Bisnis juga dapat memiliki kewajiban atau hak menerima pembayaran dalam mata uang asing. Misalnya, perusahaan membeli barang dari pemasok luar negeri dengan sistem pembayaran 30 hari. Tagihan tersebut menggunakan USD. Selama tagihan belum lunas, perubahan kurs dapat memengaruhi nilai Rupiahnya. Karena itu, transaksi seperti ini perlu mendapat perhatian dalam pencatatan keuangan.
Metode Translasi yang Umum Digunakan
Dalam akuntansi, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan translasi laporan keuangan. Metode yang digunakan dapat bergantung pada kondisi perusahaan dan standar akuntansi yang berlaku. Dua metode yang sering dibahas dalam translasi mata uang asing adalah metode kurs saat ini (current rate method) dan metode temporal (temporal method).
- Metode Kurs Saat Ini: Metode ini menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode untuk menerjemahkan sebagian besar aset dan kewajiban. Sementara itu, pendapatan dan beban dapat menggunakan kurs yang sesuai dengan periode transaksi atau kurs rata-rata sesuai ketentuan yang berlaku.
- Metode Temporal: Metode ini mempertimbangkan jenis pos dalam laporan keuangan. Pos moneter, seperti kas dan piutang, umumnya menggunakan kurs saat ini. Sementara itu, beberapa pos nonmoneter dapat menggunakan kurs pada saat transaksi atau saat aset tersebut diperoleh.
Pemilihan metode tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perusahaan perlu mengikuti standar akuntansi yang berlaku dan mempertimbangkan kondisi laporan keuangannya.
Baca juga: Wajib Tahu! 6 Faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar Mata Uang
Tukarkan Uang Asing untuk Kebutuhan Bisnis di PT Cahaya Sentosa Valasindo
Memahami translasi mata uang asing dapat membantu pelaku bisnis memahami pencatatan transaksi yang melibatkan mata uang berbeda. Namun, kebutuhan bisnis internasional tidak hanya berkaitan dengan pencatatan. Perusahaan juga dapat membutuhkan uang tunai asing untuk perjalanan dinas, kunjungan bisnis, atau kegiatan operasional di luar negeri.
Jika Anda membutuhkan penukaran mata uang asing untuk kebutuhan bisnis, PT Cahaya Sentosa Valasindo siap membantu memenuhi kebutuhan valas Anda. Sebagai Authorized Money Changer atau Penyelenggara KUPVA BB berizin resmi Bank Indonesia, PT Cahaya Sentosa Valasindo melayani penukaran berbagai mata uang asing.
Dengan memilih penyedia valas resmi, Anda dapat melakukan transaksi dengan lebih nyaman. Pastikan juga Anda memeriksa nilai kurs dan menyimpan bukti transaksi setelah melakukan penukaran. Siapkan kebutuhan mata uang asing untuk aktivitas bisnis Anda bersama PT Cahaya Sentosa Valasindo.


