Penukaran mata uang asing menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Kebutuhan ini muncul saat bepergian ke luar negeri, melakukan perjalanan dinas, menjalankan ibadah, atau mempersiapkan dana pendidikan internasional.
Bagi pemula, berbagai istilah dalam transaksi valuta asing mungkin terdengar asing. Anda mungkin pernah melihat istilah seperti kurs jual, kurs beli, spread, atau banknote saat mengunjungi money changer. Tanpa memahami artinya, informasi tersebut tentu bisa terasa membingungkan.
Memahami istilah mata uang asing dapat membantu Anda membaca informasi kurs dengan lebih mudah. Anda juga bisa lebih memahami kondisi uang yang hendak ditukarkan sebelum melakukan transaksi.
Baca juga: Nilai Tukar Mata Uang Asing – Kurs Mengambang dan Kurs Tetap
Mengapa Penting untuk Memahami Istilah dalam Mata Uang Asing?
Memahami istilah dasar dalam transaksi valas dapat membuat Anda lebih percaya diri saat menukarkan uang. Misalnya, Anda dapat mengetahui arti angka pada papan kurs dan memahami perbedaan antara kurs jual dan kurs beli tanpa kerepotan. Tentunya ini menjadikan Anda lebih tenang saat proses penukaran uang.
Pengetahuan ini juga berguna saat Anda memeriksa uang asing yang akan ditukarkan. Beberapa istilah berkaitan dengan kondisi fisik uang, sedangkan istilah lainnya menjelaskan pergerakan nilai mata uang. Dengan memahami istilah tersebut, Anda dapat menghindari kesalahpahaman saat melakukan transaksi.
Selain membantu memahami proses penukaran, penguasaan istilah juga membuat Anda lebih mudah mengikuti informasi tentang mata uang asing. Hal ini berguna ketika Anda mencari tahu mata uang negara tujuan, membandingkan pilihan penukaran, atau mempersiapkan uang tunai sebelum bepergian. Dengan begitu, Anda tidak hanya mengetahui nilai mata uang, tetapi juga memahami istilah yang digunakan saat membahasnya.
Istilah Mata Uang Asing yang Umumnya Digunakan
Berikut delapan istilah yang cukup umum dalam pembahasan mata uang asing dan transaksi di money changer.
1. Valuta Asing atau Valas
Valuta asing, atau valas, adalah mata uang yang digunakan sebagai alat pembayaran di luar negara asal seseorang. Istilah ini juga sering digunakan untuk menyebut kegiatan yang berkaitan dengan mata uang asing.
Beberapa contohnya adalah Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Singapura (SGD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), Ringgit Malaysia (MYR), dan Riyal Arab Saudi (SAR). Mata uang tersebut dapat Anda temukan dalam berbagai kebutuhan perjalanan dan transaksi internasional. Misalnya, jika Anda berada di Indonesia dan memiliki USD untuk kebutuhan perjalanan ke Amerika Serikat, USD tersebut merupakan valuta asing bagi Anda.
2. Kurs Jual dan Kurs Beli
Kurs jual dan kurs beli merupakan dua istilah penting yang perlu dipahami sebelum menukar uang. Keduanya biasanya tercantum pada papan kurs di money changer.
Kurs jual adalah harga yang digunakan money changer saat menjual mata uang asing kepada Anda. Jika Anda membawa Rupiah dan ingin membeli USD, kurs jual menjadi acuan. Sementara kurs beli adalah harga yang digunakan money changer saat membeli mata uang asing dari Anda. Misalnya, jika Anda memiliki USD dan ingin menukarkannya kembali ke Rupiah, kurs beli yang menjadi acuan.
Kedua istilah tersebut menggunakan sudut pandang penyedia jasa penukaran. Karena itu, jangan sampai tertukar saat membaca papan kurs.
3. Spread
Spread adalah selisih antara kurs jual dan kurs beli. Misalnya, sebuah money changer memasang kurs jual Dolar AS sebesar 16.500 Rupiah dan kurs beli sebesar 16.300 Rupiah. Selisih 200 Rupiah tersebut merupakan spread.
Perbedaan kurs jual dan kurs beli merupakan hal yang umum dalam transaksi valuta asing. Besarnya spread dapat berbeda antara penyedia jasa dan mata uang yang ditransaksikan atau diperjual-belikan. Memahami istilah ini membantu Anda melihat perbedaan antara harga saat membeli dan menjual kembali mata uang asing.
4. Hard Currency dan Soft Currency
Hard currency dan soft currency merupakan istilah yang menggambarkan karakter suatu mata uang dalam perdagangan internasional. Biasanya, hard currency merujuk pada mata uang yang banyak digunakan dalam transaksi internasional dan memiliki permintaan yang kuat. Contohnya antara lain USD, EUR, GBP, JPY, dan CHF.
Sementara itu, soft currency biasanya merujuk pada mata uang yang memiliki penggunaan internasional lebih terbatas. Nilainya juga dapat lebih mudah mengalami perubahan akibat kondisi ekonomi atau kebijakan negara penerbit.
Istilah ini bukan berarti terdapat suatu mata uang yang lebih baik daripada mata uang lainnya, atau sebaliknya. Penggunaannya bergantung pada kebutuhan dan kondisi transaksi.
5. Apresiasi dan Depresiasi
Apresiasi dan depresiasi digunakan untuk menjelaskan perubahan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Untuk apresiasi sendiri, artinya nilai suatu mata uang menguat dibandingkan mata uang pembandingnya. Sebaliknya, depresiasi berarti nilai mata uang tersebut melemah.
Sebagai contoh, jika Rupiah menguat terhadap Dolar AS, Anda membutuhkan Rupiah yang lebih sedikit untuk mendapatkan jumlah Dolar AS yang sama. Jika Rupiah melemah, kebutuhan Rupiah untuk membeli Dolar AS akan meningkat. Perubahan tersebut dapat memengaruhi biaya perjalanan dan transaksi yang menggunakan mata uang asing.
6. Banknote
Banknote berarti uang kertas. Dalam transaksi valuta asing, istilah ini biasanya merujuk pada uang kertas asing yang digunakan untuk kebutuhan tunai. Contohnya adalah lembaran USD, SGD, EUR, atau JPY yang Anda pegang secara fisik. Istilah banknote akan membantu membedakannya dari transaksi valas yang tidak menggunakan uang kertas secara langsung.
7. Uncirculated atau UNC
Uncirculated atau UNC merupakan istilah untuk menggambarkan uang kertas yang belum banyak beredar dan masih memiliki kondisi fisik sangat baik. Lembarannya biasanya masih bersih, rapi, dan tidak menunjukkan banyak tanda penggunaan.
Kondisi uang dapat menjadi perhatian saat melakukan penukaran valuta asing. Beberapa negara atau penyedia jasa penukaran dapat memiliki ketentuan tertentu terhadap kondisi fisik uang yang mereka terima. Karena itu, jangan hanya memperhatikan tahun atau desain uang. Periksa juga kondisi fisiknya sebelum melakukan transaksi.
8. Liquidity
Likuiditas menggambarkan seberapa mudah suatu mata uang diperjualbelikan atau ditukarkan tanpa mengalami perubahan harga yang besar. Mata uang yang banyak digunakan dalam perdagangan internasional, seperti USD dan EUR, umumnya memiliki pasar yang luas. Ketersediaannya juga cenderung lebih mudah ditemukan. Sebaliknya, mata uang tertentu mungkin memiliki permintaan yang lebih terbatas. Stok fisiknya pun dapat lebih sulit ditemukan di sejumlah money changer.
Jika Anda adalah wisatawan, memahami likuiditas dapat membantu saat menentukan mata uang yang perlu disiapkan sebelum bepergian. Anda juga dapat mempertimbangkan kemudahan menukarkan mata uang tersebut di negara tujuan.
Baca juga: Apa Itu Translasi Mata Uang Asing? Pahami Pengertiannya!
Bertransaksi Valas dengan Nyaman di PT Cahaya Sentosa Valasindo
Nah, itu tadi adalah beberapa istilah yang sebaiknya Anda pahami jika berencana menukar uang. Memahami istilah mata uang asing dapat membantu Anda membaca informasi kurs dan memahami transaksi valas dengan lebih mudah. Pengetahuan tersebut juga dapat membuat Anda lebih siap sebelum menukarkan uang Anda.
Selanjutnya, jika Anda membutuhkan penukaran valuta asing, jangan lupa untuk memilih penyedia jasa yang resmi dan memberikan informasi transaksi secara jelas, seperti PT Cahaya Sentosa Valasindo. Kami hadir sebagai Authorized Money Changer atau Penyelenggara KUPVA BB berizin Bank Indonesia. Layanan penukaran kami tersedia untuk berbagai mata uang asing sesuai kebutuhan perjalanan Anda.
Dengan informasi kurs yang jelas dan proses transaksi yang transparan, Anda dapat menyiapkan kebutuhan valuta asing dengan lebih nyaman. Mari kunjungi PT Cahaya Sentosa Valasindo untuk memenuhi kebutuhan penukaran mata uang asing Anda sebelum bepergian!


