Mempersiapkan anggaran sebelum bepergian ke luar negeri membuat kita perlu memikirkan berbagai pilihan pembayaran. Saat ini, transaksi non-tunai seperti kartu debit internasional, kartu kredit, dan dompet digital memang semakin praktis. Meski begitu, uang tunai tetap bisa berguna selama perjalanan. Selain membawa mata uang utama sesuai negara tujuan, sebagian wisatawan juga memilih membawa sedikit mata uang asing lain sebagai cadangan.
Nah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan mata uang asing cadangan? Apakah kita memang perlu membawanya setiap kali bepergian ke luar negeri? Tentunya, membawa mata uang asing cadangan bukan kewajiban untuk setiap perjalanan. Namun, pilihan ini bisa memberikan alternatif ketika Anda menghadapi kondisi tertentu selama berada di luar negeri.
Mari pahami fungsi dan cara menyiapkannya agar tidak salah membedakan antara uang utama dan uang cadangan.
Baca juga: Liburan Praktis – Tukar Mata Uang Asing atau Pakai Kartu?
Apa yang Dimaksud dengan Mata Uang Asing Cadangan?
Mata uang asing cadangan berarti mata uang asing tambahan yang dibawa sebagai alternatif selain mata uang utama yang digunakan selama perjalanan. Misalnya, Anda bepergian ke Vietnam. Mata uang utama yang Anda gunakan sehari-hari adalah Dong Vietnam (VND). Untuk kebutuhan tertentu, Anda juga bisa membawa sedikit Dolar AS (USD) sebagai mata uang cadangan.
USD tersebut bukan pilihan utama untuk membayar makan, transportasi, atau belanja sehari-hari. Anda dapat menyimpannya untuk kondisi tertentu. Jika membutuhkan tambahan VND, USD tersebut dapat ditukarkan kembali ke mata uang lokal. Jadi, istilah βcadanganβ pada mata uang asing tidak hanya berarti uang tambahan. Yang membedakannya adalah jenis mata uang dan fungsinya selama perjalanan.
Hal ini berbeda dengan dana cadangan biasa. Misalnya, Anda membawa SGD 500 untuk kebutuhan di Singapura dan menyimpan SGD 100 sebagai tambahan. Keduanya tetap merupakan mata uang utama yang sama. Dalam konteks artikel ini, mata uang asing cadangan berarti mata uang alternatif yang berbeda dari mata uang utama destinasi.
Mengapa Membawa Mata Uang Asing Cadangan Dapat Berguna Saat Bepergian?
Saat bepergian ke luar negeri, Anda biasanya sudah menyiapkan mata uang utama untuk kebutuhan sehari-hari. Anda juga mungkin membawa kartu debit, kartu kredit, atau metode pembayaran lainnya.
Namun, kondisi selama perjalanan tidak selalu sesuai rencana. Akses ATM, layanan perbankan, dan fasilitas penukaran uang juga dapat berbeda di setiap destinasi. Karena itu, membawa sedikit mata uang asing lain sebagai cadangan dapat memberikan pilihan tambahan saat diperlukan.
Meski begitu, mata uang cadangan bukanlah kebutuhan wajib untuk setiap perjalanan. Keputusan untuk membawanya dapat disesuaikan dengan destinasi, lama perjalanan, rencana perjalanan, dan metode pembayaran yang Anda gunakan.
Situasi yang Membuat Uang Cadangan Dapat Dimanfaatkan
Mata uang cadangan tidak harus digunakan selama perjalanan. Justru, idealnya uang tersebut tetap tersimpan dan hanya digunakan ketika memang diperlukan. Berikut beberapa situasi yang dapat membuat mata uang cadangan berguna.
1. Uang Tunai Lokal Tidak Mencukupi dan ATM Mengalami Kendala

Bayangkan Anda sedang berada di sebuah kota kecil di luar negeri. Uang tunai lokal yang Anda bawa mulai habis. Pada saat yang sama, ATM terdekat mengalami gangguan dan kartu Anda tidak dapat digunakan untuk menarik uang.
Jika Anda membawa USD sebagai cadangan, ada pilihan lain yang dapat dicoba. Anda bisa mencari money changer atau tempat penukaran valas yang menerima USD. Setelah itu, USD dapat ditukar menjadi mata uang lokal sesuai kebutuhan.
Dalam kondisi seperti ini, USD bukan pengganti uang tunai utama. Fungsinya adalah memberikan alternatif ketika sumber dana utama sulit digunakan. Tetap perlu diingat bahwa tidak semua money changer menerima setiap jenis mata uang asing. Karena itu, sebaiknya Anda mencari informasi mengenai mata uang yang umum diterima di destinasi sebelum berangkat.
2. Mata Uang Negara Tujuan Sulit Disiapkan dari Indonesia

Tidak semua mata uang asing mudah ditemukan di money changer Indonesia. Ketersediaan juga dapat berbeda antara satu penyedia dan penyedia lainnya. Misalnya, Anda berencana pergi ke negara dengan mata uang yang tidak terlalu umum diperdagangkan di Indonesia. Anda mungkin kesulitan menemukan stok uang kertas dalam jumlah yang sesuai.
Dalam kondisi tersebut, membawa USD atau EUR sebagai mata uang cadangan dapat menjadi salah satu alternatif. Anda dapat menukarkannya setelah tiba di negara tujuan jika fasilitas penukaran tersedia.
Cara ini tentu tidak berarti bahwa kurs di luar negeri pasti lebih murah. Nilai tukar dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Karena itu, tetap periksa kurs sebelum melakukan transaksi.
3. Berencana Melanjutkan Perjalanan ke Negara Lain

Mata uang cadangan juga bisa berguna jika satu perjalanan mencakup beberapa negara. Misalnya, Anda memiliki rencana, yaitu dari Indonesia, ke Singapura, lalu ke Vietnam, dan kembali ke Indonesia. Di Singapura, Anda menggunakan SGD sebagai mata uang utama. Setelah berpindah ke Vietnam, Anda membutuhkan VND.
Jika Anda membawa sedikit USD sebagai cadangan, mata uang tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan VND. Anda tidak perlu membawa terlalu banyak mata uang berbeda sejak awal perjalanan.
Cara seperti ini mungkin akan lebih praktis bagi wisatawan yang membuat perjalanan lintas negara. Satu mata uang cadangan dapat berfungsi sebagai alternatif ketika Anda berpindah dari satu sistem mata uang ke sistem lainnya.
4. Ada Perubahan Rencana Perjalanan

Rencana perjalanan terkadang dapat berubah. Anda mungkin memperpanjang masa liburan, mengubah tujuan, atau menambahkan negara lain ke dalam itinerary. Perubahan tersebut bisa membuat Anda membutuhkan mata uang yang sebelumnya tidak disiapkan. Misalnya, awalnya Anda hanya berencana berlibur di Jepang. Karena ada perubahan jadwal, Anda kemudian memutuskan melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan.
JPY yang Anda bawa tentu tidak menjadi mata uang utama di Korea Selatan. Dalam kondisi seperti ini, mata uang cadangan yang lebih mudah ditukarkan dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan KRW. Dengan begitu, mata uang cadangan dapat memberikan sedikit fleksibilitas ketika rencana perjalanan berubah.
Tips Memilih Mata Uang Cadangan
Jika Anda memutuskan untuk membawa mata uang asing cadangan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Tujuannya bukan membawa uang sebanyak mungkin, tetapi memilih mata uang dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.
- Pilih mata uang yang mudah ditukarkan
- Bawa dalam jumlah yang secukupnya
- Perhatikan kondisi fisik uang
- Gunakan pecahan yang praktis
- Simpan secara terpisah dari uang utama
- Periksa kembali sebelum berangkat
Perlu diingat, tidak ada satu mata uang yang cocok untuk semua perjalanan. Mata uang cadangan yang tepat bergantung pada destinasi dan akses penukaran di negara tersebut. Karena itu, sebaiknya cari informasi terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan.
Baca juga: Sisa Uang Asing Sepulang Liburan, Sebaiknya Diapakan?
Utama ataupun Cadangan, Tukarkan Semua Kebutuhan Mata Uang Anda di Money Changer Terpercaya
Membawa mata uang asing cadangan dapat menjadi pilihan tambahan saat bepergian ke luar negeri. Namun, kebutuhan setiap perjalanan tentu berbeda. Pertimbangkan destinasi, metode pembayaran, dan kebutuhan uang tunai sebelum menentukan mata uang yang perlu dibawa.
Jika Anda membutuhkan mata uang utama maupun mata uang asing cadangan, pastikan penukarannya dilakukan di money changer resmi dan terpercaya. PT Cahaya Sentosa Valasindo hadir sebagai Authorized Money Changer atau Pedagang Valuta Asing dengan izin resmi dari Bank Indonesia. Kami melayani penukaran berbagai mata uang asing untuk membantu mempersiapkan kebutuhan perjalanan Anda.
Siapkan kebutuhan valas Anda sebelum berangkat dan tukarkan mata uang asing yang diperlukan di PT Cahaya Sentosa Valasindo. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat menikmati perjalanan ke luar negeri dengan lebih nyaman dan tenang.


