Saat merencanakan perjalanan ke luar negeri atau sekadar mengikuti informasi mengenai nilai tukar mata uang dunia, Anda mungkin pernah menemukan mata uang yang pergerakannya terlihat sangat stabil terhadap mata uang tertentu. Kestabilan tersebut bukan selalu terjadi secara kebetulan. Beberapa negara memang menerapkan kebijakan nilai tukar yang menghubungkan mata uangnya dengan mata uang lain sebagai acuan.
Kebijakan tersebut dikenal sebagai sistem pegged currency atau nilai tukar yang dipatok. Dengan kata lain, sistem ini membuat pergerakan suatu mata uang memiliki hubungan yang lebih erat dengan mata uang acuannya dibandingkan mata uang yang dibiarkan bergerak lebih bebas mengikuti kondisi pasar.
Memahami konsep ini tidak hanya menarik bagi orang yang ingin mengenal dunia ekonomi. Bagi wisatawan, pengetahuan tersebut juga dapat membantu memahami mengapa nilai beberapa mata uang terlihat relatif stabil terhadap mata uang tertentu dan bagaimana kondisi tersebut berkaitan dengan perhitungan anggaran perjalanan.
Mari mengenal pegged currency lebih jauh, mulai dari pengertian, alasan penerapannya, berbagai bentuknya, hingga contoh mata uang yang menggunakan sistem tersebut!
Baca juga: Mengenal Demonetization – Uang Asing Ditarik dari Peredaran
Apa Itu Pegged Currency?
Pegged currency adalah sistem nilai tukar ketika suatu negara menetapkan hubungan nilai mata uangnya dengan mata uang lain atau acuan tertentu. Mata uang yang dijadikan patokan sering disebut sebagai anchor currency.
Dalam penerapannya, otoritas moneter berupaya menjaga nilai mata uang domestik agar tetap berada pada tingkat atau rentang yang telah ditentukan terhadap mata uang acuannya. Karena itu, pergerakannya dapat terlihat lebih stabil dibandingkan mata uang yang nilai tukarnya lebih bebas mengikuti permintaan dan penawaran di pasar.
Sebagai contoh, suatu negara dapat menghubungkan mata uangnya dengan Dolar Amerika Serikat (USD). Jika nilai mata uang tersebut mulai bergerak menjauh dari tingkat atau rentang yang ditetapkan, bank sentral dapat melakukan langkah tertentu untuk membantu menjaga nilai tukar tetap berada di sekitar patokan tersebut.
Mengapa Suatu Negara Menerapkan Pegged Currency?
Keputusan untuk mengikat nilai mata uang tentu didasari oleh berbagai pertimbangan, di antaranya:
- Menjaga kestabilan nilai tukar: Mengurangi perubahan kurs yang terlalu besar agar kegiatan ekonomi dan perencanaan keuangan negara lebih mudah dilakukan.
- Memberikan kepastian perdagangan: Membantu pelaku usaha ekspor-impor memperkirakan biaya dan pendapatan tanpa terlalu khawatir terhadap perubahan kurs yang mendadak.
- Mendukung kestabilan harga: Membantu mencegah kenaikan harga barang impor akibat melemahnya nilai mata uang lokal.
- Meningkatkan kepercayaan pasar: Memberikan kepastian kepada investor dan masyarakat mengenai nilai mata uang lokal.
Meskipun demikian, sistem ini membutuhkan cadangan devisa yang memadai agar bank sentral dapat menjaga nilai mata uang sesuai dengan patokan yang telah ditetapkan.
Berbagai Jenis Pegged Currency
Sistem pegged currency dapat diterapkan dalam beberapa bentuk. Secara sederhana, beberapa bentuk yang dapat dikenal antara lain:
- Hard Peg: Nilai mata uang dihubungkan sangat erat dengan mata uang acuan dan dipertahankan pada tingkat yang telah ditentukan.
- Soft Peg: Mata uang tetap memiliki patokan, tetapi diberikan ruang untuk bergerak dalam batas atau kondisi tertentu. Karena itu, nilainya tidak selalu berada tepat pada satu angka setiap saat.
- Pegged to a Basket of Currencies: Mata uang tidak hanya mengacu pada satu mata uang lain, tetapi pada beberapa mata uang yang tergabung dalam suatu keranjang atau kelompok.
Perbedaan bentuk tersebut menunjukkan bahwa istilah pegged currency tidak selalu berarti setiap mata uang memiliki mekanisme yang sama. Selain itu, mengenai bagaimana suatu negara menjaga nilai tukarnya tentu dapat disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi perekonomian masing-masing.
Contoh Mata Uang yang Menggunakan Sistem Pegged Currency
Beberapa mata uang yang menggunakan sistem nilai tukar yang terikat dengan USD, di antaranya seperti berikut ini.
1. Dolar Hong Kong (HKD)

Hong Kong menerapkan Linked Exchange Rate System yang mengikat nilai Dolar Hong Kong secara erat dengan Dolar Amerika Serikat (USD). Kebijakan moneter ini secara aktif dijalankan oleh otoritas moneter setempat demi menjaga agar pergerakan kurs HKD terhadap USD selalu berada dalam batas yang terukur. Bagi para wisatawan, sistem ini memberikan gambaran yang lebih jelas dan konsisten saat ingin memperkirakan anggaran perjalanan menuju Hong Kong.
2. Dirham Uni Emirat Arab (AED)

Uni Emirat Arab juga menjadi salah satu negara yang secara konsisten menghubungkan nilai mata uang Dirham (AED) dengan USD. Langkah ini diterapkan oleh bank sentral Uni Emirat Arab untuk menjaga stabilitas perekonomian serta memperlancar sektor perdagangan internasional dan pariwisata. Oleh sebab itu, wisatawan yang hendak berkunjung ke Dubai atau Abu Dhabi dapat menikmati tingkat perubahan kurs yang cenderung mudah diprediksi.
3. Riyal Arab Saudi (SAR)

Riyal Arab Saudi merupakan contoh mata uang lainnya yang memiliki hubungan nilai tukar sangat kuat terhadap USD. Pemerintah dan bank sentral Arab Saudi mempertahankan kebijakan patokan ini sebagai fondasi utama stabilitas keuangan nasional mereka. Informasi mengenai keterikatan ini tentu sangat berguna bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi calon jemaah yang sedang mempersiapkan kebutuhan dana untuk perjalanan ibadah Umrah maupun Haji.
Manfaat Memahami Pegged Currency Sebelum Bepergian ke Luar Negeri
Setelah mengetahui konsepnya, Anda mungkin bertanya-tanya, apa hubungannya pegged currency dengan perjalanan ke luar negeri? Nah, berikut ini beberapa manfaat yang Anda dapatkah dengan memahami konsep pegged currency.
- Membantu memahami pergerakan nilai tukar: Anda dapat mengetahui bahwa kestabilan suatu mata uang terhadap mata uang acuannya bukan berarti nilainya tidak pernah berubah. Hal ini membuat Anda lebih memahami mengapa kurs tetap dapat bergerak dalam batas tertentu.
- Mempermudah membuat perkiraan anggaran: Informasi mengenai sistem nilai tukar dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika menghitung kebutuhan perjalanan.
- Membantu membaca informasi kurs dengan lebih cermat: Ketika melihat berita atau informasi mengenai perubahan nilai USD, Anda dapat memahami bahwa perubahan tersebut mungkin memiliki hubungan dengan mata uang lain yang menggunakan USD sebagai acuan.
- Membuat persiapan valas lebih terarah: Pengetahuan mengenai sistem nilai tukar dapat membantu Anda memahami mata uang yang akan digunakan sebelum menukarkan Rupiah ke valuta asing. Dengan begitu, persiapan dana perjalanan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan informasi yang lebih jelas.
Perlu diingat, pegged currency tidak membuat kurs Rupiah terhadap mata uang tersebut otomatis tetap. Nilai tukar yang Anda dapatkan saat menukar Rupiah tetap dipengaruhi oleh pergerakan Rupiah itu sendiri di pasar valas.
Baca juga: Gaji Pertama? Cari Tahu Cara Kelola Gaji yang Baik di Sini!
Mengenal Pegged Currency Bersama PT Cahaya Sentosa Valasindo
Memahami berbagai sistem nilai tukar mata uang dunia dapat membuat Anda lebih cermat dalam mempersiapkan kebutuhan perjalanan. Pegged currency menjadi salah satu konsep menarik karena memperlihatkan bagaimana suatu negara dapat menjaga hubungan nilai mata uangnya dengan mata uang atau acuan tertentu.
Apabila Anda membutuhkan mata uang asing fisik, baik mata uang dengan sistem pegged currency seperti HKD, AED, dan SAR maupun mata uang lainnya, PT Cahaya Sentosa Valasindo dapat membantu memenuhi kebutuhan penukaran valas Anda.
Sebagai Penyelenggara KUPVA BB Berizin Resmi Bank Indonesia, PT Cahaya Sentosa Valasindo menyediakan layanan penukaran valuta asing. Dengan informasi kurs yang jelas, proses transaksi tentu akan berjalan lebih mudah dan tertib. Dengan memahami sistem nilai tukar sekaligus menyiapkan kebutuhan mata uang asing sesuai anggaran di money changer terpercaya, Anda dapat berangkat ke luar negeri dengan persiapan yang lebih aman dan terencana.Β
Jadi, sebelum perjalanan berikutnya dimulai, jangan hanya mengenal negara tujuan dan tempat wisatanya, tetapi kenali juga mata uang yang akan digunakan dan lakukan penukaran sesuai kebutuhan Anda di PT Cahaya Sentosa Valasindo!


