Saat merencanakan perjalanan ke luar negeri, melakukan transaksi bisnis internasional, atau sekadar mengenal sistem keuangan dunia, istilah valuta asing atau valas mungkin sudah cukup familiar. Banyak orang membayangkan valas hanya sebagai lembaran uang Dolar atau Euro yang dibawa saat bepergian. Padahal, valuta asing dapat dipahami dari beberapa karakteristik, mulai dari bentuk, kekuatan dan kestabilan mata uang, hingga kemudahan untuk dikonversikan.
Setiap mata uang memiliki kondisi dan aturan yang berbeda. Perbedaan tersebut membuat istilah βjenis valasβ tidak selalu berarti bentuk uang yang berbeda, tetapi juga dapat merujuk pada karakteristik dan cara penggunaannya. Ada mata uang yang banyak digunakan dalam transaksi internasional, ada pula yang penggunaannya lebih terbatas. Ada yang tersedia dalam bentuk uang kertas untuk kebutuhan sehari-hari, sementara transaksi lainnya dapat dilakukan melalui rekening atau instrumen pembayaran tertentu.
Memahami perbedaan tersebut dapat membantu Anda mengenali jenis valas yang mungkin dibutuhkan, terutama ketika hendak bepergian ke luar negeri. Mari langsung saja kita bahas pembagian jenis valuta asing berdasarkan beberapa karakteristik yang sebaiknya diketahui.
Baca juga: Mengenal Demonetization – Uang Asing Ditarik dari Peredaran
Pembagian Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya, valuta asing dapat dibedakan menjadi valas fisik dan nonfisik. Pembagian ini membantu melihat bagaimana mata uang tersebut digunakan dalam transaksi.
1. Valuta Asing Fisik

Valuta asing fisik merupakan mata uang asing yang hadir dalam bentuk uang tunai, terutama uang kertas dan koin yang berlaku sebagai alat pembayaran di negara penerbitnya. Bentuk ini mudah dikenali karena dapat langsung dibawa dan digunakan untuk membayar kebutuhan tertentu selama berada di luar negeri.
Bagi wisatawan, valas fisik dapat digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, seperti membayar makanan, transportasi, atau berbelanja di tempat yang masih menerima pembayaran tunai. Karena itu, uang kertas asing masih menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipertimbangkan ketika menyiapkan perjalanan. Dalam kegiatan KUPVA BB sendiri, Bank Indonesia mencantumkan jual beli uang kertas asing sebagai salah satu kegiatan usaha penukaran valuta asing.
2. Valuta Asing Nonfisik

Valuta asing nonfisik tidak hadir dalam bentuk uang kertas atau koin yang dibawa secara langsung. Bentuknya dapat berupa saldo rekening dalam mata uang asing maupun instrumen pembayaran tertentu yang menggunakan mata uang asing, seperti cek perjalanan atau wesel.
Penggunaannya dapat membantu transaksi yang tidak perlu dilakukan dengan membawa uang tunai. Dalam praktiknya, bentuk nonfisik lebih dekat dengan kebutuhan perbankan dan transaksi tertentu, sehingga penggunaannya berbeda dari uang kertas yang biasa dibawa wisatawan.
Pembagian Berdasarkan Kestabilan dan Kekuatan Mata Uang
Selain bentuk, valuta asing juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat kekuatan dan kestabilannya. Istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan kelompok ini adalah hard currency dan soft currency.
1. Hard Currency

Hard currency atau mata uang kuat merupakan mata uang yang memiliki permintaan relatif stabil, banyak digunakan dalam perdagangan internasional, dan cenderung lebih mudah diterima dalam berbagai transaksi lintas negara. OJK juga menjelaskan mata uang kuat sebagai mata uang yang permintaannya stabil dan fluktuasinya relatif kecil di pasar uang internasional.
Contoh yang sering disebut dalam kelompok ini antara lain Dolar Amerika Serikat (USD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), dan Poundsterling (GBP). Mata uang tersebut juga banyak digunakan dalam kegiatan ekonomi dan disimpan sebagai bagian dari cadangan devisa oleh sejumlah negara.
2. Soft Currency

Soft currency atau mata uang lemah merupakan istilah untuk mata uang yang permintaannya relatif lebih terbatas dibandingkan mata uang kuat. Mata uang dalam kategori ini dapat memiliki keterbatasan penggunaan di luar negara penerbit dan lebih rentan terhadap kondisi ekonomi maupun politik yang memengaruhi nilainya. OJK juga menggunakan istilah soft currency untuk mata uang lemah yang memiliki permintaan lebih rendah dan keterbatasan tertentu dalam konversinya.
Pembagian Berdasarkan Kemudahan Konversi
Karakteristik lainnya berkaitan dengan seberapa bebas suatu mata uang dapat dikonversikan atau ditukarkan dengan mata uang lain. Dari sisi ini, dikenal istilah freely convertible currency dan blocked currency.
1. Freely Convertible Currency

Freely convertible currency merupakan mata uang yang dapat dikonversikan ke mata uang lain dengan relatif bebas dan tidak menghadapi pembatasan konversi yang ketat. Mata uang seperti ini umumnya lebih mudah diperdagangkan dan memiliki penggunaan yang lebih luas dalam transaksi internasional.
Kemudahan konversi dapat membuat mata uang tersebut lebih mudah ditemukan di pasar valuta asing. Namun, ketersediaan suatu mata uang tetap dapat berbeda di setiap negara, bank, atau money changer. Jadi, bebas dikonversikan tidak selalu berarti pasti tersedia di setiap tempat.
2. Blocked Currency

Blocked currency berkaitan dengan mata uang yang penukarannya dibatasi oleh kebijakan atau aturan dari otoritas negara penerbit. OJK menggunakan istilah devisa terblokir atau blocked currency untuk kondisi ketika pemerintah melarang penukaran mata uang asing tertentu, kecuali untuk tujuan khusus yang telah ditetapkan.
Pembatasan seperti ini dapat membuat suatu mata uang lebih sulit digunakan atau ditukarkan di luar wilayah tertentu. Bagi wisatawan, informasi mengenai aturan mata uang negara tujuan tetap penting agar persiapan pembayaran dapat dilakukan dengan lebih baik.
Mengapa Perlu Memahami Jenis Valuta Asing Sebelum Bepergian?
Memahami jenis valuta asing bukan berarti Anda harus menguasai seluruh istilah dalam pasar keuangan. Bagi wisatawan, pengetahuan dasarnya saja sudah dapat membantu ketika mempersiapkan kebutuhan perjalanan.
Pertama, Anda dapat mengetahui apakah uang tunai masih diperlukan di negara tujuan. Kedua, Anda bisa memahami bahwa tidak semua mata uang memiliki tingkat kemudahan penukaran yang sama. Ketiga, Anda dapat menentukan bentuk pembayaran yang sesuai dengan rencana perjalanan, baik tunai maupun non-tunai. Dengan begitu, persiapan valas tidak hanya berfokus pada jumlah uang yang perlu dibawa, tetapi juga mempertimbangkan bentuk dan karakteristik mata uang yang digunakan.
Valuta Asing yang Diperlukan untuk Perjalanan ke Luar Negeri
Untuk perjalanan wisata, kebutuhan valas yang paling mudah ditemui adalah uang kertas asing sesuai mata uang negara tujuan. Uang tunai dapat membantu ketika Anda perlu membayar transportasi, makanan, belanja, atau kebutuhan lain di tempat yang menerima pembayaran secara tunai.
Namun, bukan berarti seluruh kebutuhan perjalanan harus dibayar dengan uang tunai. Kartu atau metode pembayaran non-tunai juga dapat digunakan sesuai fasilitas yang tersedia di negara tujuan. Karena itu, menyiapkan kombinasi pembayaran dapat menjadi pilihan yang praktis.
Sebelum berangkat, periksa kembali mata uang yang berlaku di negara tujuan dan perkiraan kebutuhan selama perjalanan. Jika Anda singgah di lebih dari satu negara, perhatikan pula kebutuhan mata uang pada setiap tujuan agar tidak membawa jenis uang yang kurang sesuai. Anda juga dapat menyiapkan beberapa pecahan uang agar lebih mudah digunakan untuk transaksi dengan nominal berbeda.
Baca juga: Mengenal Inflasi – Makna, Penyebab, hingga Dampaknya
Temukan Valas Fisik yang Anda Butuhkan di PT Cahaya Sentosa Valasindo
Memahami berbagai karakteristik valuta asing dapat membantu Anda mempersiapkan kebutuhan perjalanan dengan lebih terarah. Setelah mengetahui mata uang yang digunakan di negara tujuan, Anda dapat menentukan kebutuhan uang tunai dan metode pembayaran lain yang akan digunakan selama berada di luar negeri.
Jika Anda membutuhkan uang kertas asing untuk perjalanan, PT Cahaya Sentosa Valasindo hadir sebagai Penyelenggara KUPVA BB Berizin Resmi Bank Indonesia. Kegiatan KUPVA BB mencakup jual beli uang kertas asing dan pembelian cek perjalanan, sehingga kebutuhan penukaran uang kertas asing dapat disesuaikan dengan keperluan Anda.
Siapkan kebutuhan valas sebelum keberangkatan dan lakukan penukaran melalui penyelenggara yang memiliki izin resmi. Dengan persiapan yang lebih matang, perjalanan ke luar negeri dapat terasa lebih praktis dan nyaman.


