Merencanakan perjalanan ke luar negeri, baik untuk liburan keluarga, perjalanan bisnis, maupun keperluan studi, tentu membutuhkan persiapan keuangan. Saat ini, banyak orang memilih membawa uang tunai secukupnya karena merasa lebih praktis menggunakan kartu untuk berbagai transaksi. Keberadaan ATM di banyak negara juga membuat sebagian pelancong merasa tidak perlu membawa terlalu banyak uang asing sejak dari Indonesia.
Namun, tarik tunai di ATM luar negeri tidak selalu sama seperti saat menggunakan ATM di dalam negeri. Ada beberapa biaya yang mungkin muncul dalam proses transaksi dan tidak selalu langsung diperhatikan oleh pengguna. Akibatnya, jumlah uang yang berkurang dari rekening bisa terasa lebih besar dari perkiraan.
Karena itu, memahami cara kerja dan kemungkinan biaya tarik tunai di luar negeri dapat membantu Anda mengatur keuangan dengan lebih cermat. Bukan berarti penggunaan ATM di luar negeri harus dihindari, tetapi ada baiknya mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya. Mari simak artikel ini untuk memahaminya lebih lanjut!
Baca juga: Tukar Uang di Negara Asal atau Tujuan, Lebih Baik Mana?
Apakah Tarik Tunai di Luar Negeri Bisa Lebih Mahal?
Tarik tunai di ATM luar negeri memang bisa menimbulkan biaya tambahan dibandingkan transaksi di dalam negeri. Besarnya biaya tersebut tidak selalu sama karena dapat dipengaruhi oleh bank penerbit kartu, operator ATM, jaringan pembayaran, serta jenis transaksi yang dilakukan.
Ketika kartu dari bank Indonesia digunakan di ATM negara lain, transaksi tersebut melibatkan proses pembayaran internasional dan pertukaran mata uang. Karena itu, jumlah Rupiah yang akhirnya terpotong dari rekening tidak hanya bergantung pada jumlah uang asing yang ditarik.
Misalnya, Anda mengambil uang dalam mata uang negara tujuan, sedangkan saldo rekening Anda tersimpan dalam Rupiah. Transaksi tersebut membutuhkan proses konversi mata uang. Selain itu, dalam kondisi tertentu, bank penerbit kartu atau operator ATM juga dapat mengenakan biaya layanan.
Hal inilah yang membuat tarik tunai di luar negeri perlu dipertimbangkan dengan baik. Dengan mengetahui kemungkinan biaya sejak awal, Anda dapat memperkirakan kebutuhan uang tunai dan menghindari pengeluaran yang tidak terduga.
Tarik Tunai di Luar Negeri agar Lebih Praktis
Meski memiliki kemungkinan biaya tambahan, menggunakan ATM di luar negeri tetap menjadi pilihan yang praktis bagi banyak pelancong. Salah satu alasannya adalah Anda tidak harus membawa uang tunai dalam jumlah besar sejak awal perjalanan.
Uang yang tersimpan di rekening juga dapat ditarik sesuai kebutuhan ketika Anda sudah berada di negara tujuan. Cara ini bisa terasa membantu jika kebutuhan uang tunai berubah selama perjalanan atau uang yang dibawa dari Indonesia mulai berkurang. ATM juga dapat ditemukan di berbagai lokasi, seperti bandara, pusat perbelanjaan, area wisata, dan tempat lainnya. Namun, ketersediaan ATM tidak berarti setiap transaksi akan bebas biaya.
Istilah βbiaya tersembunyiβ dalam artikel ini juga bukan berarti bank atau pengelola ATM sengaja menyembunyikan biaya dari nasabah. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan biaya yang mungkin jarang diperhatikan pengguna karena berasal dari beberapa bagian transaksi. Informasi biaya biasanya tetap tercantum dalam ketentuan layanan atau dapat ditampilkan sebelum transaksi diselesaikan.
Apa Saja Biaya Tersembunyi yang Jarang Disadari Orang?
Ada beberapa jenis biaya yang mungkin muncul ketika Anda melakukan tarik tunai di ATM luar negeri. Berikut beberapa di antaranya.
1. Biaya dari Bank Penerbit Kartu

Bank yang menerbitkan kartu debit Anda dapat mengenakan biaya tertentu ketika kartu digunakan untuk melakukan tarik tunai di luar negeri. Besarnya biaya bergantung pada kebijakan bank, jenis kartu, dan layanan yang digunakan.
Karena itu, sebaiknya periksa terlebih dahulu ketentuan kartu Anda sebelum berangkat. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah terdapat biaya untuk setiap transaksi tarik tunai internasional.
2. Biaya dari Operator ATM

Selain biaya dari bank penerbit kartu, operator ATM di negara tujuan juga dapat mengenakan biaya penggunaan mesin. Biaya ini dapat berbeda antara satu ATM dan ATM lainnya. Jika biaya tersebut berlaku, informasi biasanya akan muncul di layar sebelum transaksi dikonfirmasi. Perhatikan jumlah yang tercantum agar Anda dapat mempertimbangkannya sebelum melanjutkan penarikan.
3. Dynamic Currency Conversion (DCC)

Saat menggunakan ATM luar negeri, Anda mungkin menemukan pilihan untuk melakukan konversi transaksi ke Rupiah atau tetap menggunakan mata uang lokal. Fitur yang memungkinkan transaksi dikonversikan langsung oleh penyedia ATM atau pihak terkait ini dikenal sebagai Dynamic Currency Conversion (DCC).
Jika pilihan tersebut muncul, perhatikan kurs dan informasi biaya yang ditampilkan sebelum memilih. Banyak pengguna memilih Rupiah karena terasa lebih familiar, tetapi pilihan tersebut dapat menggunakan kurs yang berbeda dari kurs yang akan digunakan jika transaksi diproses dalam mata uang lokal melalui jaringan kartu.
4. Biaya atau Selisih dalam Proses Konversi Mata Uang

Tarik tunai dalam mata uang asing juga melibatkan proses konversi dari saldo Rupiah ke mata uang negara tujuan. Nilai tukar yang digunakan dalam transaksi kartu dapat berbeda dari kurs yang Anda lihat saat menukar uang tunai di money changer.
Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar karena transaksi kartu dan penukaran uang fisik memiliki mekanisme yang berbeda. Namun, memahami adanya perbedaan kurs dapat membantu Anda memperkirakan jumlah Rupiah yang akan terpotong dari rekening.
Tips Mengatur Kebutuhan Uang Tunai Selama Perjalanan
Mengetahui adanya biaya tambahan bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan ATM luar negeri. Yang terpenting adalah menyesuaikan cara pembayaran dengan kebutuhan dan kondisi perjalanan. Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan:
- Tarik uang sesuai kebutuhan: Jika ada biaya per transaksi, terlalu sering menarik uang dalam jumlah kecil dapat membuat biaya terkumpul. Pertimbangkan jumlah penarikan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.
- Perhatikan pilihan mata uang di ATM: Jika ATM menawarkan pilihan konversi, baca informasi kurs dan biaya yang ditampilkan sebelum menyelesaikan transaksi. Pada umumnya, memilih mata uang lokal membuat konversi dilakukan melalui jaringan kartu dan bank penerbit, bukan langsung oleh operator ATM.
- Cek ketentuan kartu sebelum berangkat: Pastikan kartu dapat digunakan untuk transaksi internasional dan ketahui biaya serta batas penarikan yang berlaku.
- Siapkan sebagian uang tunai dari Indonesia: Tidak ada salahnya membawa sejumlah uang asing sejak sebelum keberangkatan. Uang tunai tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan awal, seperti transportasi, makanan, atau keperluan kecil lainnya, tanpa harus langsung mencari ATM setelah tiba.
- Gunakan beberapa metode pembayaran: Membawa uang tunai secukupnya dan tetap memiliki akses ke kartu dapat memberikan pilihan ketika salah satu metode pembayaran tidak dapat digunakan.
Baca juga: Jangan Keliru! Kenali Budaya Memberi Tip di Luar Negeri Ini
Cari Tempat Penukaran Uang Terpercaya? PT Cahaya Sentosa Valasindo Jawabannya!
Tarik tunai di ATM luar negeri dapat menjadi pilihan praktis ketika Anda membutuhkan uang tunai selama perjalanan. Namun, memahami kemungkinan biaya tambahan tetap penting agar penggunaan kartu dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Selain mengandalkan kartu, menyiapkan sejumlah uang asing sejak sebelum keberangkatan juga dapat menjadi bagian dari persiapan perjalanan. Dengan memiliki uang tunai di tangan, Anda dapat memenuhi kebutuhan awal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ATM di negara tujuan.
Sebagai Penyelenggara KUPVA BB Berizin Resmi Bank Indonesia, PT Cahaya Sentosa Valasindo siap membantu Anda menyiapkan setiap kebutuhan mata uang asing Anda sebelum perjalanan. Tersedia berbagai pilihan mata uang dan pecahan sesuai ketersediaan untuk membantu Anda mempersiapkan uang tunai sesuai kebutuhan.
Dengan kurs yang transparan dan layanan penukaran yang terpercaya, persiapan mata uang asing dapat dilakukan dengan lebih mudah. Segera hubungi PT Cahaya Sentosa Valasindo untuk menyiapkan kebutuhan valas Anda sebelum berangkat!


