Tren belanja barang titipan dari luar negeri atau yang populer dengan istilah jasa titip (jastip) kini tidak hanya dilakukan untuk keperluan pribadi, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha. Mulai dari merchandise konser K-Pop di Seoul, pernak-pernik pop culture di Bangkok, rilisan anime dan figur di Tokyo, hingga produk kecantikan dan sepatu edisi terbatas di Singapura, berbagai barang dari luar negeri memiliki pasar tersendiri di Indonesia.
Bagi pemula, menjalankan jastip mungkin terlihat sederhana. Pelanggan memesan barang, Anda membelinya di negara tujuan, lalu membawanya pulang. Namun, perhitungan keuangan yang kurang teliti dapat membuat keuntungan yang sudah dibayangkan justru menyusut atau bahkan berubah menjadi kerugian.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan mata uang asing. Memahami cara kelola anggaran valas untuk jastip dapat membantu Anda memperkirakan kebutuhan modal, memperhitungkan perubahan kurs, dan menjaga keuangan usaha tetap terkontrol. Nah, artikel ini akan membantu Anda dalam memahaminya. Mari simak sampai akhir!
Baca juga: Bukan Hanya untuk Liburan, Ini 5 Manfaat Menukar Uang Asing
Apa Maksud Anggaran Valas dalam Bisnis Jastip?
Bagi pemula, istilah anggaran valuta asing atau valas mungkin terdengar membingungkan. Dalam bisnis jastip, anggaran valas secara sederhana adalah perkiraan dana dalam mata uang negara tujuan yang perlu disiapkan untuk membeli barang pesanan pelanggan.
Anggaran tersebut tidak hanya mencakup harga barang. Anda juga perlu mempertimbangkan biaya lain yang berkaitan dengan perjalanan dan pembelian, seperti transportasi lokal, biaya bagasi tambahan, pengemasan, atau kebutuhan operasional lainnya.
Karena pembayaran pelanggan umumnya diterima dalam Rupiah, sedangkan barang dibeli menggunakan mata uang asing seperti Won, Yen, Baht, atau Dolar Singapura, Anda perlu mengetahui berapa Rupiah yang dibutuhkan untuk memperoleh sejumlah valas. Perhitungan ini kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan modal dan harga jastip.
Mengapa Pengelolaan Anggaran Valas Penting untuk Usaha Jastip Luar Negeri?
Bisnis jastip memiliki perbedaan penting dari penjualan barang lokal, yakni sebagian biaya usaha bergantung pada nilai tukar mata uang. Kurs dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga jumlah Rupiah yang dibutuhkan untuk membeli mata uang asing juga dapat berubah.
Tanpa anggaran yang jelas, perubahan tersebut dapat mengurangi keuntungan. Misalnya, Anda sudah menentukan harga kepada pelanggan berdasarkan perkiraan kurs tertentu. Namun, saat melakukan penukaran atau pembayaran, kurs yang berlaku ternyata lebih tinggi. Jika selisihnya tidak diperhitungkan, Anda mungkin perlu mengambilnya dari keuntungan.
Pengelolaan anggaran juga membantu Anda mengetahui berapa modal yang benar-benar tersedia, berapa dana yang digunakan untuk pesanan pelanggan, dan berapa keuntungan yang diperoleh. Dengan begitu, uang usaha tidak mudah tercampur dengan kebutuhan pribadi dan setiap pesanan dapat dicatat dengan lebih rapi.
Risiko Jika Mengabaikan Perhitungan Kurs bagi Pelaku Usaha Jastip
Tidak memperhitungkan perubahan kurs dengan baik dapat membuat biaya belanja menjadi lebih besar dari perkiraan. Bagi pelaku usaha jastip, hal ini tentu bisa memengaruhi keuntungan dari setiap pesanan. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Selisih kurs dapat membuat harga barang yang dibeli di luar negeri menjadi lebih mahal dari perkiraan. Jika harga kepada pelanggan sudah ditentukan sejak awal tanpa memperhitungkan kemungkinan perubahan kurs, tambahan biaya tersebut bisa mengurangi keuntungan. Dalam kondisi tertentu, Anda bahkan mungkin harus menutup kekurangannya dengan uang pribadi.
- Menggunakan kartu atau metode pembayaran non-tunai saat berbelanja di luar negeri juga dapat menimbulkan biaya tambahan. Misalnya, ada biaya administrasi atau biaya konversi mata uang yang membuat jumlah pembayaran menjadi lebih besar dari perkiraan. Jika tidak diperhitungkan sejak awal, pengeluaran tersebut dapat membuat bujet belanja jastip membengkak.
- Tidak membawa uang tunai yang cukup juga bisa membuat Anda kehilangan kesempatan membeli barang tertentu. Beberapa toko, pasar, atau stan mungkin hanya menerima pembayaran tunai. Jika Anda tidak memiliki uang dalam mata uang setempat, pesanan yang sebenarnya bisa dibeli mungkin harus dilewatkan. Akibatnya, Anda berisiko mengecewakan pelanggan atau bahkan kehilangan pesanan.
- Kehabisan uang tunai saat sedang berbelanja di luar negeri dapat membuat Anda terpaksa mencari tempat penukaran uang dalam waktu singkat. Dalam kondisi seperti ini, Anda mungkin tidak memiliki banyak pilihan untuk membandingkan kurs. Jika nilai tukarnya kurang menguntungkan, biaya pembelian barang bisa menjadi lebih tinggi dan keuntungan dari pesanan ikut berkurang.
Kiat-Kiat Kelola Anggaran Valas untuk Jastip
Setelah memahami pentingnya pengelolaan anggaran valas bagi usaha jastip Anda serta menyadari risiko jika mengabaikannya, tentu sekarang Anda sudah siap untuk memahami cara untuk mengelolanya. Langsung saja, berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
1. Hitung Total Kebutuhan Valas Sebelum Berangkat

Buat daftar pesanan dan hitung total harga barang dalam mata uang negara tujuan. Setelah itu, tambahkan perkiraan biaya lain yang memang perlu dibayar selama proses jastip. Cara ini membantu Anda mengetahui jumlah valas yang perlu disiapkan dan menghindari membawa modal yang terlalu sedikit.
Jika jumlah pesanan cukup banyak, pisahkan catatan berdasarkan nama pelanggan atau jenis barang. Dengan begitu, Anda lebih mudah mencocokkan barang yang sudah dibeli dengan pesanan yang masuk.
2. Perhitungkan Kurs Saat Menentukan Modal

Jangan hanya melihat harga barang dalam Yen, Won, Baht, atau mata uang lainnya. Hitung juga perkiraan nilai Rupiahnya berdasarkan kurs penukaran yang relevan. Jika Anda sudah menukarkan sebagian modal sebelum berangkat, catat nilai penukarannya agar perhitungan biaya setiap barang lebih mudah dilakukan.
Sebaiknya jangan membuat perhitungan berdasarkan angka kurs secara asal. Gunakan informasi kurs yang sesuai dengan transaksi yang akan dilakukan agar perkiraan modal lebih mendekati biaya sebenarnya.
3. Siapkan Dana Cadangan

Selain modal utama, sediakan dana cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan atau perubahan biaya. Besarnya dapat disesuaikan dengan skala pesanan dan kondisi perjalanan.
Dana cadangan bukan berarti harus digunakan seluruhnya. Justru, dana ini sebaiknya hanya dipakai ketika muncul kebutuhan yang memang tidak masuk dalam perhitungan awal. Pisahkan dana tersebut dari uang pribadi agar tidak terpakai untuk keperluan lain.
4. Pisahkan Dana Usaha dan Uang Pribadi

Sebaiknya dana yang berasal dari pelanggan, modal pribadi, dan keuntungan dicatat secara terpisah. Simpan juga bukti pembayaran dan catatan setiap pesanan. Kebiasaan sederhana ini akan memudahkan Anda mengetahui apakah setiap transaksi benar-benar menghasilkan keuntungan. Cara tersebut juga penting jika jastip yang awalnya hanya dilakukan sebagai usaha sampingan nantinya berkembang menjadi bisnis yang lebih rutin.
5. Simpan Nota Penukaran dan Bukti Belanja

Simpan nota penukaran mata uang asing serta struk pembelian selama perjalanan. Catatan tersebut dapat membantu Anda menghitung biaya secara lebih akurat, mencocokkan pesanan pelanggan, dan menyusun pembukuan setelah kembali ke Indonesia.
Untuk perjalanan internasional, pastikan juga Anda memahami ketentuan kepabeanan yang berlaku terhadap barang bawaan. Dengan administrasi yang tertata, proses pencatatan barang dan pengeluaran juga akan lebih mudah dilakukan.
Baca juga: Ketahui Aturan Membawa Uang Tunai ke Luar Negeri Ini!
Bisnis Jastip Terasa Lancar dengan Dukungan Money Changer Terpercaya
Menjalankan jastip luar negeri membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menemukan barang yang sedang diminati. Perencanaan kebutuhan valas, pencatatan modal, dan perhatian terhadap kurs juga penting agar perhitungan usaha tetap terkendali.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan perjalanan untuk memenuhi pesanan jastip, PT Cahaya Sentosa Valasindo akan menjadi pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan mata uang asing. Sebagai Penyelenggara KUPVA BB Berizin Bank Indonesia, PT Cahaya Sentosa Valasindo menyediakan layanan penukaran berbagai mata uang asing dengan informasi kurs yang jelas dan bukti transaksi resmi.
Menyiapkan valas sejak awal dapat membantu Anda berangkat dengan perencanaan modal yang lebih matang. Dengan cara kelola anggaran valas untuk jastip yang baik, Anda dapat lebih fokus memenuhi pesanan pelanggan sekaligus menjaga agar bisnis jastip tetap berjalan lancar.


